<We_can_help/>

What are you looking for?

Punya Dosen Killer, Bikin Kuliah Tambah Semangat atau Sebaliknya?

Punya Dosen Killer, Bikin Kuliah Tambah Semangat atau Sebaliknya?

MALANG KOTA – Diampu dosen killer? Baru mendengarnya saja, boleh jadi sebagian mahasiswa sudah ciut nyali. Namun di setiap kampus, selalu ada sosok yang dijuluki dosen killer. Lantas bagaimana menyikapinya?

Dosen killer seringkali identik dengan sosok yang garang, tegas, disiplin, irit bicara tapi banyak memberi tugas. Dalam urusan apresiasi kepada mahasiswanya, seringkali dicap pelit dalam memberi nilai. “Nah, identifikasi itu yang kasat mata, bagaimana dengan yang tidak terlihat? Terkadang mindset itu dibuat-buat oleh mahasiswanya sendiri karena tidak tertib,” kata Kabiro Humas dan Kerjasama Universitas PGRI Wiranegara (Uniwara) Pasuruan, Tristan Rokhmawan, SS, MPd dalam podcast Digitex Campus 2021 di Radar Malang TV Sabtu (19/6) sore.

Tak pelak, stigma dosen killer langsung membuat grogi para mahasiswa, termasuk mereka yang baru masuk bangku perkuliahan. Anekdot semacam itu juga biasanya diturunkan dari kakak tingkat di masing-masing jurusan dan kampus, dimana hal itu (dosen killer) selalu ada. “Nah, itu saya pernah ketemu juga di anak SMA, malah itu yang membuat mereka takut untuk kuliah,” ungkap Tristan.

Namun demikian, adanya sosok dosen killer menurutnya tetap memiliki makna positif. “Ada fungsi kontrol, ini kaitannya dengan etika di masyarakat kampus, lalu menjaga moral biar mahasiswa juga tidak seenaknya, dan terakhir fungsi sosial untuk memberi batasan antara dosen dan mahasiswa,” sebut pria yang digolongkan dosen killer di kampusnya itu.

Namun menurut Tristan, menjadi dosen killer juga ada batasnya. “Sudah di kampus sengak, ditemui di rumah masih sengak juga, sebaiknya sih jangan begitu,” kata dia.

Sementara untuk para mahasiswa, menghadapi dosen killer harus belajar dan mencari cara untuk berkomunikasi yang baik. “Komunikasi secara personal itu penting, tapi bukan berarti mendekati. Namun kenali karakternya, ikuti aturannya dan penuhi tuntutannya seperti ada tugas ini kerjakan lalu kumpulkan tepat waktu,” pungkasnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Editor : Ahmad Yani

wa