<We_can_help/>

What are you looking for?

Digitex Campus - Cari Kampus Makin Mudah, Aptisi Apresiasi Digitex Campus 2021

Digitex Campus - Cari Kampus Makin Mudah, Aptisi Apresiasi Digitex Campus 2021

MALANG KOTA – Ajang Digital Expo Campus 2021 besutan Jawa Pos Radar Malang resmi dibuka kemarin pagi (7/6). Adalah ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Malang Raya Prof Dr Dyah Sawitri yang membuka ajang pameran virtual kampus di Malang Raya dan Pasuruan itu.
Dalam pembukaan yang diisi dengan podcast tersebut, Dyah memaparkan kondisi update perguruan tinggi swasta (PTS) di Malang Raya.

”Kondisi pandemi seperti ini, PTS harus punya strategi sehingga langsung bisa melakukan perubahan dan memenuhi kelangsungan proses pembelajaran,” ucap Dyah.

Perempuan yang juga menjadi rektor Universitas Gajayana (Uniga) Malang tersebut mencontohkan, saat ini memiliki Learning Management System (LMS) adalah sebuah keniscayaan. Sebab, hal itu akan makin memudahkan perkuliahan, baik oleh mahasiswa maupun dosennya.

“Bagaimana caranya PTS harus update dosennya sehingga dosen akan ramah teknologi,” ungkapnya.

Dyah menyebutkan, sejak 5-6 tahun lalu proses digitalisasi dosen sudah dimulai dengan mengunggah prestasi sendiri dalam rangka penyebarluasan ilmu.

”Contohnya dengan mengetik nama Dyah Sawitri di Google Scholar maka sudah lengkap di sana informasinya. Menulis buku apa, penelitian apa, jurnal ilmiah apa, lengkap, sehingga dosen punya penguasaan teknologi,” papar dia.

Kondisi pandemi Covid-19 ini, Dyah mengatakan, juga menjadi sebuah kekuatan kampus untuk menjadi lebih baik dan lebih kuat. ”Kami sedang monitoring kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) di Malang Raya. PTS harus siap dalam era apa pun. Termasuk dalam penerimaan mahasiswa baru (maba) dengan konsep digital seperti sekarang ini. Semua harus disediakan dulu oleh manajemen kampus,” bebernya.

Dyah mengingatkan agar para mahasiswa dan orang tua mahasiswa tidak perlu ragu dengan status kampus swasta. ”Sebab, setiap PTS punya segmentasi dan kelebihan masing-masing serta standardisasi penilaian PTN dan PTS oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) itu sama. Tidak ada perbedaan,” cetus dia.

Masih menurut Dyah, calon mahasiswa baru saat ini juga bisa meyakinkan orang tua bahwa kuliah di PTS juga merupakan sebuah kebanggaan. ”Bisa dijelaskan gedungnya seperti apa, fasilitas apa, kompetensinya apa saja, mata kuliahnya apa, bagaimana Kampus Merdeka Belajar diaplikasikan. PTS harus bisa menyajikan tampilan yang detail, indah, dan cantik di website kampus,” katanya.

Dyah juga mengapresiasi gelaran Digital Expo Campus 2021. Sebab, dengan hanya sekali klik, calon maba sudah bisa berkeliling di sembilan kampus Malang Raya dan Pasuruan. ”Ini juga menjadi alternatif agar calon mahasiswa baru makin dimudahkan mendapat informasi tentang kampus,” tandasnya.

Sementara itu, dalam sesi podcast sore diisi Muhammad Zaeni SS MPd, salah satu pelaku industri kreatif di Malang. Leo–sapaan akrabnya– memaparkan bahwa di bangku kuliah tak cukup bekal akademis saja, namun juga pentingnya bekal kemampuan bakat dan minat.

”Banyak mahasiswa yang justru menjadi sukses dengan kemampuan bakat dan minat. Tapi yang lebih bagus tentu, akademik oke, bakat dan minat tetap bisa berjalan seiringan,” kata pria yang juga menjadi personel band Tani Maju tersebut.

Sementara itu, ajang Digital Expo Campus 2021 masih akan berlangsung hingga 20 Juni mendatang. Ajang ini diikuti Universitas Merdeka Malang (Unmer) Malang, Universitas PGRI Kanjuruhan (Unikama) Malang, Universitas Gajayana (Uniga) Malang, Universitas Terbuka (UT) Malang, Stikes Widyagama Husada Malang, Stikes Widya Cipta Husada Malang, IKIP Budi Utomo Malang, dan Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan. Tinggal masuk di website pamerpamer.com, atau klik di sini, Anda sudah bisa mengunjungi sembilan kampus tersebut. (c1/did)

Editor : Shuvia Rahma

wa